Follow Untuk Isu-isu Viral Kemaskini Terkini

Kabar tidak terduga kembali datang dari pelaksanaan Liga 1 2021/2022. Setelah ramai penundaan laga yang tebang pilih, kini giliran kasus hasil PCR COVID-19 pemain klub yang menjadi sorotan.

Persebaya Surabaya menjadi tim pertama yang buka suara. Klub berjuluk Bajol Ijo itu menemukan kejanggalan hasil tes PCR yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan tes mandiri.

Pada Minggu (6/2/2021) pagi WIB, menjelang laga Persipura vs Persebaya, PT LIB menyampaikan hasil tes PCR ada tambahan empat pemain yang positif, yakni Alwi Slamat, Ricky Kambuaya, Bruno Moreira, dan Taisei Marukawa.

Keempat pemain itu pun dilarang tampil pada laga melawan Persipura. Padahal, hasil tes mandiri yang dilakukan Persebaya pada Jumat (4/2/2022), hasilnya negatif.

Justru Samsul Arif, Satria Tama, dan M Hidayat yang hasilnya positif ketika tes mandiri, menjadi negatif pada hasil tes yang dilakukan PT LIB. Koko Ari kembali positif meski pada tes mandiri hasilnya sudah negatif.

Lakukan Tes Ulang

Pada Minggu (6/2/2021) pagi mendapat surat dari PT LIB, siang harinya Persebaya melakukan tes mandiri di laboratorium yang sample-nya diperiksa di rumah sakit yang sama dengan tes LIB.

Rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran, pengambil sample Kimia Farma. Menariknya, keempat pemain tambahan yang diklaim positif justru hasilnya negatif.

Selain keempat nama itu, dua pemain yang sebelumnya positif sudah negatif. Mereka adalah Koko Ari dan Arif Satria.

Sementara pelatih Aji Santoso tetap positif COVID-19. Hasil yang sama dengan apa yang dikeluarkan PT LIB.

Sampaikan Usulan

Dikarenakan kejanggalan hasil PCR, demi mewujudkan fairness di Liga 1 2021/2022, Persebaya mengusulkan tiga hal untuk PT LIB. Berikut daftarnya:

1. Meminta LIB untuk melakukan evalusi proses tes PCR COVID-19.

2. Klub diberi kebebasan atau pilihan melakukan tes PCR mandiri yang hasilnya sah dan diakui sebagai dasar untuk menentukan pemain bisa bermain dan ofisial bisa masuk ke area stadion pertandingan.

3. LIB bisa menunjuk rumah sakit atau laboratorium yang kredibel sebagai rujukan dilakukannya tes PCR mandiri.

4. LIB juga menentukan batas waktu hasil tes mandiri bisa digunakan untuk menentukan pemain yang bisa tampil. Misal, 1 jam atau 2 jam sebelum kick-off.