Langgan saluran Telegram kami untuk kemaskini berita baharu dan isu terkini. VOCKET

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, heran dengan hubungannya yang menjadi tak lagi menjadi akrab dengan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo.

Padahal, Shin Tae-yong dan Park Hang-seo dulunya sangat akrab di Korea Selatan. Banyak ditemukan foto kedekatannya antara keduanya di media-media negeri Gingseng.

Bahkan, Shin Tae-yong sudah mengenal Park Hang-seo sejak 1992, yang mana saat itu masih berstatus sebagai pemain Timnas Korea Selatan. Sementara Park Hang-seo adalah tim pelatih.

Kemudian, keduanya juga kerap berjumpa di pertandingan K League 1 dengan tim masing-masing ketika sama-sama menjadi pelatih, tetapi persaingan tersebut tetap membuat keduanya memiliki hubungan yang dekat.

Namun, Shin Tae-yong sekarang heran mengapa dirinya tidak lagi akrab dengan Park Hang-seo. Ia menganggap pelatih 64 tahun itu berubah sejak menjadi pahlawan di Vietnam.

“Jujur, saya tidak merasa nyaman membicarakan hal ini,” kata Shin Tae-yong dalam wawancaranya dengan media Vietnam, Zingnews.

“Kami sangat dekat. Tapi semenjak Pak Park datang ke Vietnam dan menjadi pahlawan di sana, entah kenapa kami tidak sedekat dulu,” tuturnya menambahkan.

Shin Tae-yong juga membantah iri dengan kesuksesan Pak Hang-seo. Ia menegaskan kepaa media Vietnam dirinya yang membawa Korea Selatan U-23 lolos ke Olimpiade dan tim senior ke Piala Dunia.

“Cemburu? Sayalah yang membawa Korea Selatan U-23 untuk memenangkan tiket Olimpiade. Saya yang memimpin Korea Selatan untuk bersaing di Piala Dunia. Mengapa saya cemburu?” kata Shin Tae-yong.

“Saya katakan ini bukan untuk membual tentang masa lalu saya, hanya saja saya tidak cemburu ketika seseorang telah mencapai lebih banyak kesuksesan daripada saya saat ini,” imbuhnya.

Rivalitas antara Shin Tae-yong dan Park Hang-seo tampaknya masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Terdekat, keduanya akan kembali bersaing di Piala AF 2022 pada Desember mendatang.

© 2022 The Vocket Sdn Bhd (1305683-A), a part of Media Prima Group