Langgan saluran Telegram kami untuk kemaskini berita baharu dan isu terkini. VOCKET

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, heran dengan para pemain Indonesia yang dinilai begitu lamban dalam melakukan sesuatu. Menurutnya, itu bisa membuat dirinya ‘gila’.

Shin Tae-yong baru-baru ini mengunjungi Asnawi Mangkualam ke Ansan. Ia menyaksikan eks pemain PSM Makassar itu saat Ansan Greeners melawan Jeonnam Dragons dalam laga lanjutan K-League 2, Minggu (11/4/2021).

Setelah pertandingan, Shin Tae-yong dan Asnawi juga menggelar jumpa pers. Banyak hal yang disampaikan oleh Shin Tae-yong, salah satunya pesan agar Asnawi bisa belajar kultur ‘Ppalli-ppalli’ Korea Selatan.

Sebagai informasi, ‘Ppalli-ppalli’ merupakan kebiasaan warga Korea Selatan untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat. Nah, menurut Shin Tae-yong, Asnawi harus bisa beradaptasi dengan budaya Korea Selatan agar kariernya sukses.

Sebab, menurut Shin Tae-yong, mayoritas para pesepak bola Indonesia begitu lelet dalam melakukan sesuatu. Itu sebabnya dirinya selalu mengatakan ‘cepat-cepat’ ketika memimpin latihan tim nasional.

“Sebagai orang asing, harus belahar tentang kultur dan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh orang lokal. Kalau di Korea, harus belajar cara pemain Korea bermain, lihat semangatnya,” kata Shin Tae-yong di YouTube Sports-G.

“Asnawi harus mempelajari itu. Orang Korea suka dengan kultur ‘Ppalli-ppalli’, yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah ‘cepat-cepat’. ‘Cepat-cepat’ adalah kata yang paling sering saya gunakan di Indonesia,” lanjutnya.

“Saya tidak mengerti, kenapa ya orang Indonesia itu lelet banget. Bisa bikin orang gila. Padahal saya sudah selalu bilang ‘cepat-cepat’,” tutur pelatih 51 tahun itu sambil disahut tawa oleh wartawan.

Shin Tae-yong pun mencontohkan salah satu kasus keleletan pesepak bola Indonesia, yakni persiapan latihan yang membutuhkan waktu hingga 15 menit. Padahal, Son Heung-min cs melakukan itu hanya dalam waktu 3 menit.

“Masa persiapan untuk latihan saja butuh lebi dari 15 menit. Biasanya kita di Korea 3 menit saja sudah selesai. Ini bikin saya gila,” ujar Shin Tae-yong.

“Makanya saya mau mengubah kebiasaan pesepak bola Indonesia. Tapui kalau Asnawi kebalikannya, dia harus berubah. Dia harus ikut kebiasaan orang Korea. Saya ingin pemain Indonesia punya mind-set sepeti orang Korea. Kalau tidak, mereka tidak akan maju,” imbuhnya.

Shin Tae-yong saat ini masih di negara asalnya, Korea Selatan. Ia bakal segera kembali ke Indonesia karena tim nasional rencananya akan memulai pemusatan latihan persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 2 Mei 2021.

Anda Mungkin Suka

© 2021 The Vocket Sdn Bhd (1305683-A), a part of Media Prima Group