Langgan saluran Telegram kami untuk kemaskini berita baharu dan isu terkini. VOCKET

Pecinta sepak bola Indonesia tentu sudah tidak asing dengan sama Sandy Walsh. Ya, dia adalah pemain keturunan Indonesia yang kini merumput bersama klub Belgia, Zulte Waregem.

Ia sudah viral sejak beberapa tahun silam ketika bermain di Liga Europa dengan melawan tim-tim terkenal Eropa seperti Sassuolo, Celta Vigo, OGC Nice, hingga Lazio.

Sebagai salah satu pemain keturunan potensial Indonesia, Sandy Walsh gencar dikabarkan akan segera dinaturalisasi. Kabar ini telah mengudara sejak 2018, saat tim Garuda asuhan Luis Milla bakal tampil di Asian Games.

Sandy Walsh pun mengetahui informasi tersebut dan menunggu undangan resmi dari PSSI. Namun, ternyata tidak ada surat datang. Ia kemudian memutuskan datang atas inisiatif sendiri ke Indonesia sekitar awal 2019

“Buat saya lebih cepat lebih baik. Ketika ada ketertarikan dari Luis Milla, waktu itu saya menunggu surat undangan dari PSSI untuk melihat saya, diskusi,” kata Sandy Walsh dalam wawancaranya di YouTube Bang Bes.

“Tapi tak kunjung datang. Lalu saya putuskan datang sendiri saat saya libur seminggu di Jakarta,” lanjutnya.

Sandy Walsh saat berkunjung ke Indonesia. (Instagram/@sandywalsh).

Sandy Walsh saat berkunjung ke Indonesia. (Instagram/@sandywalsh).

Saat di Indonesia, Sandy Walsh sempat bertemu Ratu Tisha Destria dan Simon McMenemy. Ratu Tisha kala itu masih sebagai Sekjen PSSI dan Simon adalah pelatih Timnas Indonesia.

Pemain berpaspor Belanda ini datang dengan membawa seluruh berkas yang dibutuhkan untuk proses naturalisasi, termasuk berkas kakek dan neneknya yang berasal dari Indonesia.

Sandy Walsh mengklaim saat itu PSSI telah setuju bahwa dirinya akan segera dinaturalisasi. Ia yang pernah membela Timnas Belanda U-20 mulai mengurus dengan mengganti federasi agar tidak terjadi kasus seperti Ezra Walian.

FIFA pun telah menunjukkan lampau hijau dengan memberikan petunjuk ke Sandy Walsh mengenai cara perpindahan federasi. Namun, setelah petunjuk itu disampaikan ke PSSI, tidak ada kabar lagi sampai sekarang.

“Setelah itu kami diskusi selama 1 jam. Good talk. Saya merasa mereka juga ingin saya dinaturalisasi, khususnya Simo dan Ratu Tisha. Saya peraya diri kami bisa selesaikan prosesnya dan sepakat bagaimana melaksanakan prosesnya,” ujar Sandy Walsh.

“Saya memulainya dengan melalui federasi. Artinya saya masih di bawah federasi Belanda dan memindahkan federasi saya ke PSSI. Sepertinya mereka tidak melakukan itu ke Ezra Walian,” lanjutnya.

“Oleh karena itu tahap pertama untuk proses naturalisasi saya adalah mengganti federasi saya lalu kewarganegaraan. Dengan dokumen itu, pengurusan naturalisasi akan lebih muda, tapi tidak bisa diurus jika urusan federasi belum selesai,” imbuhnya.

“Setelah itu saya kembali ke Eropa. Saya simpan kontak Indonesia, juga saya mencari informasi di FIFA. Karena prosesnya lama sekali, saya menghubungi FIFA. Mereka memberi saya pesan, “Jika orangtuamu lahir di negara itu, maka kami bisa mengganti federasimu”,” kata Sandy Walsh.

“Lalu saya kirim pesan itu ke Ratu Tisha dan Simon. Namun, saat itu Kualifikasi Piala Dunia juga sedang dimulai. Jadi harus menunggu. Sejak saat itu, saya tidak mendengar kabar apapun. Saya coba kirim pesan,” jelas eks pemain akademi Anderlect itu.

Sandy Walsh sadar usahanya untuk menjadi pemain naturalisasi Indonesia kini semakin sulit setelah Ratu Tisha yang berkomunikasi dengannya kini sudah tidak ada di PSSI. Ia akan menanti pengurus PSSI yang baru.

“Apalagi sekarang Ratu Tisha sudah tidak bekerja di PSSI. Jadi saya harus menunggu pengurus PSSI yang baru. Melihat apakah mereka masih ingin saya bergabung dengan timnas,” terang pemain yang pernah setim dengan Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne itu.

Baca juga artikel VOCKET FC Indonesia lainnya yang telah kami sediakan untuk Anda

Usulan FIFA Disetujui IFAB, Pergantian Pemain Boleh Lima Kali

Son Heung-min Telah Selesaikan Wajib Militer Dan Berhasil Dapat Penghargaan

Bantah Berasal Dari Diklat Persib Bandung, Andritany Ardhiyasa: Saya Dari Diklat Ragunan

© 2022 The Vocket Sdn Bhd (1305683-A), a part of Media Prima Group