Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, memastikan tidak akan meniru negara lain seperti Liga Korea Selatan untuk menggelar atau melanjutkan kompetisi tanpa penonton.

Fanatisme yang sangat besar dari suporter klub Indonesia menjadi alasannya. Iwan Bule tidak yakin suporter akan berdiam diri di rumah jika Liga 1 2020 dilanjutkan tanpa penonton.

Sebab, dari pengalaman menggelar pertandingan tanpa penonton sebelum-sebelumnya, para suporter tetap hadir di luar stadion untuk memberikan dukungan.

“Saya pikir Indonesia belum akan mencontoh negara-negara lain yang melakukan itu tertutup,” kata Iwan Bule seperti dilansir dari Antara.

“Contoh pertandingan yang diputuskan digelar tanpa penonton dan sudah disosialisasikan jauh-jauh hari, masih didatangi ribuan fans,” lanjutnya.

“Mereka rela mendukung tim kesayangan dengan hanya bernyanyi di luar stadion tanpa bisa melihat pertandingan itu sendiri tuturnya menambahkan.

Selain faktor suporter, Iwan Bule juga mempertimbangkan soal sejumlah daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia merasa menggelar pertandingan tanpa penonton bisa menyalahi anjuran pemerintah.

“Ada kekhawatiran kalau PSSI tetap memutar liga tanpa penonton, para fan tetap akan datang berkerumun dan itu meyalai sosial distancing yang sedang dijalankan pemerintah,” ujar Iwan Bule.

Oleh karena itu, purnawirawan perwira tinggi Polri ini enggan terburu-buru mengambil langkah soal Liga 1. Ia memilih menunggu hingga akhir Mei 2020.

“Sehingga menurut saya pilihan menunggu status darurat bencana ini sampai akhir Mei adalah pilihan yang paling realistis saat ini,” tuturnya menutup.

Baca juga artikel VOCKET FC Indonesia lainnya yang telah kami sediakan untuk Anda

Liga Korea Selatan Akan Bergulir Pada 8 Mei 2020, Tanpa Penonton

PSSI Janji Akan Transparan Dalam Gunakan Dana Bantuan Rp 7,7 Miliar Dari FIFA

Cerita Wiljan Pluim, Lihat Ular Di Mattoangin Hingga Berdoa Puluhan Kali Jika Terbang Ke Papua

Anda Mungkin Suka

© 2021 The Vocket Sdn Bhd (1305683-A), a part of Media Prima Group