Langgan saluran Telegram kami untuk kemaskini berita baharu dan isu terkini. VOCKET

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akhirnya buka suara mengenai keterlambatan dirinya terbang ke Indonesia. Ia menjelaskan bukan karena menjadi komentator Olimpiade 2020, melainkan lantaran menunggu jadwal vaksin kedua.

Shin Tae-yong dipastikan tidak bisa menemani pemusatan latihan Timnas Indonesia yang dimulai sejak 1 Agustus di Samarinda atau Palembang karena masih di Korea Selatan. Ia akan datang terlambat

Ia seharusnya terbang ke Indonesia pada 23 Juli 2021, tetapi Shin tae-yong telah meminta izin kepada PSSI untuk kembali ke Indonesia pada 6 Agustus 2021.

Awalnya, izinnya Shin Tae-yong tidak menjadi masalah. Namun, kemudian menjadi ‘gaduh’ setelah media Korea Selatan, JoongAng Ilbo, mengabarkan bahwa dia akan menjadi komentator cabor sepak bola Olimpiade 2020.

PSSI bahkan turut ‘memanaskan’ suasana dengan meminta Shin Tae-yong untuk memprioritaskan pemusatan latihan Timnas Indonesia daripada menjadi komentator Olimpiade.

Terkait berbagai kabar itu, Shin Tae-yong akhirnya buka suara. Kepada media Korea Selatan, Hankook Ilbo, dia menjelaskan bahwa alasan terlambatnya berangkat ke Indonesia menunggu vaksin kedua terlebih dahulu.

Shin Taw-yong soal keterlambatan datang ke Indonesia

Menurut Shin Tae-yong, pemerintah Indonesia sudah melarang warga negara asing (WNA) masuk jika belum dua kali vaksin. Oleh karena itu, ia akan menyelesaikan vaksin kedua pada 6 Agustus 2021 dan terbang ke Indonesia tiga hari kemudian.

“Indonesia tidak akan mengizinkan (WNA) masuk kecuali vaksinasi selesai. Jadi, vaksin Pfizer dosis kedua akan saya dapatkan pada tanggal 6 bulan depan, kemudian saya akan ke Indonesia pada tanggal 9,” ujar Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong sebelumnya pulang ke Korea Selatan setelah menemani Timnas Indonesia berjuang di tiga pertandingan sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Setelah ini, ia akan membentuk skuat U-23 yang akan berjuang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Anda Mungkin Suka

© 2021 The Vocket Sdn Bhd (1305683-A), a part of Media Prima Group