Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, memberikan klarifikasi mengenai Shin Tae-yong yang dituding menyingkirkan Danurwindo dari posisi direktur teknik PSSI. Ia memastikan itu tidak benar.

Sebelumnya, tudingan tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena. Ia melihat Shin Tae-yong memiliki etika yang kurang baik.

“Saya melihat dari sisi etika, sejak awal kedatangan Shin Tae-yong sudah tidak baik. Mungkin dia tipe pria yang sulit percaya pada orang asing di luar rekan senegara,” kata Yeyen.

“Begitu datang, Shin Tae-yong menyingkirkan Danurwindo dari Dirtek PSSI. Tapi, tiga hari kemudian ia duduk lagi bersama Danurwindo untuk membicarakan programnya. Terlihat tidak elok,” imbuhnya.

Namun, Iwan Bule memastikan itu tidak benar. Pergantian posisi direktur teknik PSSI dari Danurwindo menjadi Indra Sjafri ini dilakukan melalui rapat komite eksekutif (Exco) PSSI.

Pertimbangan PSSI dalam pergantian itu dikarenakan Danurwindo yang tidak lagi muda. Kesehatan pelatih 69 tahun itu mulai menurun, sehingga perlu ada pengganti yang lebih muda.

“Kalau ingin sepak bola kita maju, tolong teman-teman wartawan mengelola isu yang tidak baik. Pak Danurwindo usianya memang sudah cukup sepuh dan kesehatannya menurun,” kata Iwan Bule dilansir dari Antara.

“Saya pribadi cukup terbantu dengan keberadaan coach Indra di sini. Untuk isu-isu di luar terkait Shin Tae-yong menggeser siapa itu tidak ada,” tuturnya menambahkan.

PSSI sendiri telah berdamai dengan Shin Taeyong setelah saling silang pendapat di media. Keduanya sepakat melupakan polemik dan kembali fokus memajukan sepak bola Indonesia.

Baca juga artikel VOCKET FC Indonesia lainnya yang telah kami sediakan untuk Anda

PSSI Dan Shin Tae-yong Berdamai, Mochamad Iriawan: Kami Sepakat Lupakan Polemik

Timnas Indonesia U-16 Akan TC Di Bekasi, Berikut Daftar 26 Pemain Yang Dipanggil

Dikontrak Dua Musim, Darije Kalezic Ingin Bawa MVV Maastricht Promosi Ke Eredivisie

 

Anda Mungkin Suka

© 2020 The Vocket Sdn Bhd (1305683-A), a part of Media Prima Group